Terbit : Sat, 26 Jan 2013

Produksi Minyak Indonesia Jatuh

minyak bumi - oil in drum

ilustrasi minyak bumi

“Produksi minyak Indonesia sempat turun tajam hingga pada level 802.000 barel per hari,” kata Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradyana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/1/2013).

Namun, kata Gde, produksi minyak saat ini sudah kembali normal. “Tapi hari ini produksi minyak sudah kembali normal,” ucap Gde. Diungkapkan Gde, kembali normalnya produksi minyak itu dikarenakan ada beberapa proyek Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) atau perusahaan minyak yang sudah online.

“Dari CICo (Selat Makassar) dilaporkan bahwa Gas Lift Compressor sudah kembali back on line, sehingga akan kembali nambah 2300 bopd. Demikian pula dari TAC Poleng dilaporkan bahwa siang ini 6 dari 12 baut pada hose yang putus sudah berhasil dipasang. Sehingga sore ini bisa selesai dan produksi akan kembali ke 6.000 sampai dengan 7.000 barel per hari,” ungkap Gde.

Ujar Gde, sebagaimana diketahui, selama beberapa hari terakhir ini KKKS mengalami berbagai masalah operasi, baik akibat cuaca buruk maupun akibat kendala peralatan produksi.

“Seminggu terakhir ini gelombang di Laut Jawa mencapai tinggi 6-7 meter yang menyebabkan putusnya tali jangkar maupun hose (pipa salur) tanki penampung minyak di lepas pantai. Akibatnya pada minggu ini produksi kita mencapai level yang sangat rendah, kisaran 806 ribu hingga 809 ribu barel per hari,” ungkapnya lagi.

Penyebabnya sempat anjloknya produksi minyak ini adalah kehilangan produksi 13.000 barel per hari akibat terhentinya produksi minyak di HESS Jawa Timur selama pemindahan Rig yang sedikit terkendala oleh cuaca.

“Kemudian putusnya hose di lapangan Poleng sehingga WMO (West Madura Offshore) hanya mampu berproduksi kurang dari 2.000 barel per hari. Padahal targetnya WMO menghasilkan 25.000 barel per hari. Pada saat bersamaan juga terjadi getaran hebat pada surge valve di area pembuatan propane Train-2 Tangguh yg menyebabkan kilang harus shutdown sehingga kehilangan produksi kondensat 4.000 barel per hari. Beberapa kebocoran juga dialami oleh PHE ONWJ,” jelasnya.

SKK Migas, kata Gde, berterimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pekerja di lapangan yang telah bekerja siang-malam menghadapi gelombang besar.

“Upaya keras yang dilakukan telah berhasil memulihkan berbagai permasalahan di lapangan. Sore ini produksi dari HESS sudah mulai naik. Produksi minyak sudah 5.100 barel per hari dari target maksimum 14.000 barel per hari. Demikian pula produksi gas juga sudah mulai normal mencapai 37 mmscfd. Dengan demikian kilang elpiji juga akan mulai restart hari ini,” cetus Gde. (Detik)

Tinggalkan komentar

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Berlangganan Artikel
Yamara.net Feed


DMCA.com